Adalah setingan bash yang aku pakai pada OS Linux mint atau ubuntu
You can not select more than 25 topics Topics must start with a letter or number, can include dashes ('-') and can be up to 35 characters long.
bangHasan a5786daa7f add mirror 2 months ago
2021-07-28_14-39.jpg pertamax 2 months ago
banghasan.omp.json pertamax 2 months ago
readme.md add mirror 2 months ago
ss.jpg pertamax 2 months ago

readme.md

my bash

Adalah setingan bash yang aku pakai pada OS Linux mint atau ubuntu 20.04.

Themes dimodifikasi dan sudah sesuai dengan selera saya tentunya.

my bash itu sekadar untuk penyebutan proyek ini, karena harus dikasih nama.

Tampilan

preview

  • ada info baterai laptop
  • ada kolom waktu terminal
  • ada kolom info repo git, branch, dan perubahannya
  • ada info ERROR jika terdapat kesalahan
  • ada info lama eksekusi aplikasi

Sistem

my bash menggunakan ohmypost sebagai aplikasi pengantarnya.

Sehingga disarankan untuk melihat atau membaca dokumentasi sumbernya.

Mengapa menggunakan ohmypost, padahal sudah lama pakai Powerline ?

Karena:

  • dibangun menggunakan golang, performa lebih menjajikan (speed dll)
  • tanpa dependecy apapun
  • lebih mudah customisasi.
  • documentasi bagus.

Apakah untuk Windows jalan? Nggak tau, saya dah lama gak pake windows :-)

Cara Pakai

Lima langkah menuju my bash

1. Install

Install ohmypost terlebih dahulu ke sistem :

sudo wget https://github.com/JanDeDobbeleer/oh-my-posh/releases/latest/download/posh-linux-amd64 -O /usr/local/bin/oh-my-posh
sudo chmod +x /usr/local/bin/oh-my-posh

2. Themes

Install themes ini

mkdir -p ~/.poshthemes
wget https://github.com/banghasan/my-bash/raw/main/banghasan.omp.json -O ~/.poshthemes

3. Bash

Edit file .bashrc :

xed ~/.bashrc

Boleh juga pakai nano / pico, vim, atau apapun editor favoritmu.

Kemudian tambahkan:

eval "$(oh-my-posh --init --shell bash --config ~/.poshthemes/banghasan.omp.json)"

4. Font

Boleh di pasang pada sistem global, atau pada user aktif saja. Karena di aku laptop dipakai sendirian, maka aku pasang di user aktif.

Buat pada user aktif jika folder belum ada, bikin dahulu folder fonts:

mkdir -p ~/.fonts

Jika di sistem global sudo mkdir -p /usr/local/share/fonts/

Download font di https://www.nerdfonts.com/font-downloads.

Pilih sesuai selera. Kemudian ekstrak, letakkan file di folder tersebut.

5. Sesuaikan

Edit preferences terminalnya, pilih font yang sesuai.

Selesai!

Jika tidak ada perubahan, jangan lupa buka terminal baru untuk melihat hasilnya.

Lain-lain

Jika pada tampilan path tidak ingin terlihat panjang (full), bisa di edit file json nya.

{
    "type": "path",
    "style": "powerline",
    "powerline_symbol": "",
    "foreground": "#e4e4e4",
    "background": "#3465a4",
    "properties": {
        "prefix": " \uF07C ",
        "home_icon": "~",
        "style": "full"
    }
},

pada bagian style bisa diganti menjadi:

  • agnoster
  • agnoster_full
  • agnoster_short
  • full
  • folder
  • mixed
  • letter

Dicoba-coba saja biar tahu efek nya :-)

Cek:

Mirror